Tuesday, December 30, 2014

Analisis Fenomena Menurut Marvin Zuckerman: Sensation Seeking

Remaja Ini Tidur Di Luar Rumah Hanya Untuk Tahu Rasanya Jadi Tuna Wisma
Kamis, 30 Januari 2014 14:10



Foto: copyright odditycentral.com
Vemale.com - Rasa peduli pada sesama nampaknya sudah mulai memudar di hati manusia. Namun tidak bagi remaja 17 tahun ini.
Adalah Rudy Hamel, remaja tampan ini rela tidur di luar rumah selama 7 bulan terakhir. Ia berencana melanjutkan aksinya ini hingga genap satu tahun. Proyek unik ini ia lakukan untuk menguji dirinya sendiri. Selain itu, ia juga ingin meningkatkan kesadaran tentang betapa susahnya menjadi seorang tuna wisma.

Foto: copyright odditycentral.com
Foto: copyright odditycentral.com

"Aku ingin melakukannya selama satu tahun karena ingin menantang diriku sendiri, tapi sekarang lebih dari itu. Aku mencoba untuk sekalian menggalang dana bagi para tuna wisma," ujar Rudi dilansir dari odditycentral.
Pada awalnya, Rudi berencana menjadi 'gelandangan' hanya pada saat musim panas. Namun ternyata, remaja yang satu ini merasa ketagihan. Ia begitu mencintai proyek uniknya ini dan menghabiskan waktu di luar rumah.
Sampai hari ini, di saat suhu mencapai minus 23 derajat, ia tetap mencoba tidur di luar rumah. Berlapis-lapis selimut, jaket, dan kantung tidur sudah ia siapkan.

Teori Marvin Zuckerman: Sensation Seeking
Menurut Zuckerman, sensation seeking adalah keinginan untuk sensasi intens atau menegangkan dan pengalaman yang bervariasi, baru, dan rumit, dan kerelaan untuk mengambil resiko fisik, sosial, dan finansial demi sebuah pengalaman.
Assessing Sensation Seeking
Untuk mengukur sensation seeking, Zuckerman membentuk Sensation Seeking Scale (SSS), memiliki 40 pertanyaan kuisioner.
Dengan menggunakan metode factor analysis, Zuckerman (1983) mengidentifikasikan ke dalam empat komponen dari sensation seeking :
  1. Thrill and adventure seeking: keinginan untuk terikat dalam aktivitas fisik yang melibatkan kecepatan, bahaya, dan hal yang menantang gravitasi seperti bungee jumping, parachuting dan scuba diving.
  2. Experience seeking: mencari pengalaman baru melalui perjalanan, musik, seni, atau gaya hidup yang tidak sesuai dengan norma-norma sosial.
  3. Disinhibition: kebutuhan untuk mencari aktivitas sosial yang liar.
  4. Boredom susceptibility: tidak menyukai pengalaman yang berulang, pekerjaan rutin, dan orang yang dapat diprediksi, dan reaksi dari rasa gelisah, tidak puas ketika dihadapkan pada situasi tertentu.

Characteristics of Sensation Seekers
Zuckerman dan rekannya mendapatkan bahwa sensation seeking  dipengaruhi oleh usia. Orang yang lebih muda akan cenderung untuk memilih pengalaman yang baru, hal yang berisiko dan berpetualangan dibandingkan dengan orang yang lebih tua. Perbedaan gender juga didapatkan dalam empat komponen dari sensation seeking. Pria lebih memilih thrill and adventure seeking, disinhibition, dan boredom susceptibility. Sedangkan wanita lebih memilih experience seeking.

Analisis Berdasarkan Teori Marvin Zuckerman
Berdasarkan berita di atas, Rudy Hamel termasuk sensation seeker karena ia rela mengambil resiko fisik, sosial, dan finansial demi sebuah pengalaman baru yaitu menghabiskan waktu di luar rumah dan tidur di luar rumah selama satu tahun untuk merasakan bagaimana susahnya menjadi tuna wisma bahkan saat musim dingin dengan suhu minus 23 derajat.

Fenomena ini meliputi empat komponen sensation seeking, yaitu:
1. Thrill and adventure seeking: Rudy Hamel termasuk dalam komponen ini karena ia ingin terikat dalam aktivitas fisik yang berbahaya dan menantang yaitu tidur di luar rumah selama satu tahun. Hal ini ia lakukan karena ingin menantang dirinya.

2.  Experience seeking: Rudy ingin mencari pengalaman baru dimana ia ingin mengetahui bagaimana susahnya menjadi seorang ‘gelandangan’ dan mengikuti gaya hidup mereka.

3. Disinhibition: Rudy juga ingin menantang dirinya dan mencoba aktivitas sosial yang liar yaitu menghabiskan waktu di luar rumah.

4. Boredom susceptibility: tidak menyukai pengalaman yang berulang, pekerjaan rutin, dan orang yang dapat diprediksi mungkin saja menjadi penyebab Rudy melakukan proyek ini yang terlihat ketika ia merencanakan kegiatan ini dalam rangka meningkatkan kesadaran tentang bagaimana susahnya menjadi seorang ‘gelandangan’ dan merasa ketagihan dalam melaksanan proyek uniknya ini.


Zuckerman dan rekannya menemukan bahwa sensation seeking dipengaruhi oleh usia dan gender dimana orang yang lebih muda akan lebih cenderung untuk memilih pengalaman yang baru, beresiko, dan berpetualang dibanding dengan orang yang lebih tua dan pria lebih cenderung memilih thrill and adventure seeking, disinhibition, dan boredom susceptibility sedangkan wanita lebih memilih experience seeking. Hal ini terlihat pada fenomena Rudy Hamel yang masih berusia muda yaitu 17 tahun sehingga ia senang melakukan pengalaman-pengalaman yang menantang dan ia juga seorang remaja laki-laki yang membuat dirinya tertarik dengan thrill and adventure seeking.

Sumber:
  • http://www.vemale.com/ragam/47677-remaja-ganteng-ini-tidur-di-luar-rumah-hanya-untuk-  tahu-rasanya-jadi-tuna-wisma.html
  • Schultz.2005.Theories of Personality.United States of America: Wadswort