Tuesday, June 17, 2014

Ketertarikan Interpersonal: Pertemanan dan Cinta

Kasus                                                                   

            Sewaktu SMP, saya mempunyai teman laki-laki. Awalnya, kami duduk sebangku di kelas karena ditentukan oleh guru. Kami kemudian menjadi teman dekat. Kami memiliki beberapa kesamaan yaitu kami sama-sama menyukai komik, musik Jazz, dan pelajaran bahasa Inggris. Meskipun begitu, ada beberapa sifat kami yang berlawanan yaitu ia suka pelajaran biologi sedangkan saya kurang suka mata pelajaran biologi sehingga ketika saya kurang mengerti ia akan mengajari saya.
Tanpa disadari, rasa suka pada kami muncul sampai akhirnya kami mulai menjalin hubungan. Kami hanya bertemu di sekolah dan tidak pernah bertemu di luar kegiatan sekolah. Jika saat di luar kegiatan sekolah, kami hanya berkomunikasi melalui SMS karena saya tidak boleh pergi keluar selain bersama keluarga. Setelah lulus SMP, hubungan kami semakin merenggang karena kami semakin jarang bertemu dan setelah pengumuman SMA, ternyata kami masuk di SMA berbeda sehingga kami tidak dapat bertemu lagi. Saya merasa tidak masalah dengan hal ini tetapi, ia merasa tidak dapat menjalani hubungan ini lagi dan katanya kami sudah kurang cocok karena sering tidak sepaham yang memicu perkelahian dan ia mengatakan ingin fokus belajar di SMA.
Ia juga mulai berubah seiring berjalannya waktu. Saat kami baru memulai hubungan, ia sangat perhatian dan baik tetapi lama-kelamaan, ia mulai berkurang rasa perhatiannya dan cuek sampai akhirnya kami mengakhiri hubungan kami. Tidak lama semenjak kami menjalani kehidupan SMA masing-masing dan semenjak kami berpisah, saya mengetahui bahwa ia mulai menjalin hubungan baru dengan siswi SMA di sekolahnya dan saya meyadari bahwa ia berbohong ketika mengatakan ingin fokus belajar di SMA.






Teori

Similar and Complementary Characteristics: Ketika kita tertarik pada orang yang memiliki kesamaan dengan kita baik hobi, sikap, maupun minat. Tetapi, sifat kita yang berlawanan dengan sifat pasangan juga dapat menjadi sebuah ketertarikan. Bahkan, dengan sifat yang berlainan tersebut kita bisa saling melengkapi satu sama lain.

Expectations Vs Reality in Relationship
3 hal yang ada dalam Love:
1.      Intimacy/Keintiman: perasaan ingin selalu dekat dan bersama
2.      Passion/Hasrat: menyangkut romantisme dan ketertarikan seksual
3.      Commitment/Komitmen: memiliki komitmen yang sama dalam jangka waktu menjalin hubungan (short-term/long-term).

·         Passionate love: rasa cinta yang mengandung hal-hal romantisme, seksualitas, dan perasaan cinta lainnya.
·         Companionate love: persatuan antara persahabatan, keintiman, komitmen, dan rasa aman yang umumnya berkembang setelah tahap passionate love.

Proximity: Ketika kita lebih tertarik kepada orang yang lebih dekat dengan kita daripada orang yang jauh dari kita.
Mutual liking: Ketika kita menyukai seseorang dan orang tersebut menyukai kita juga.

Ekspektasi mengenai suatu hubungan sering kali tidak sesuai dengan kenyataannya karena pasangan dapat berubah seiring berjalannya waktu. Meskipun terkadang, perubahan pada pasangan dapat berupa hal yang positif.






Analisa Kasus Berdasarkan Teori

            Hal yang terjadi pada kami di atas, berkaitan dengan teori mutual liking. Saat teman saya menyukai saya, saya juga menyukainya sehingga kami memulai suatu hubungan. Sifat dan hobi kami yang sama maupun berlainan juga berkaitan dengan teori similarity and complementary characteristics yaitu ketika kami sama-sama menyukai music Jazz, kami akan merasa nyaman bersama begitu juga ketika saya kurang mengerti pelajaran, ia akan mengajari saya sehingga sifat yang berlawanan tersebut tidak menjadi penghalang.
            Kasus saya di atas, berkaitan dengan teori tiga hal yang ada dalam cinta. Teman saya masih berada dalam tahap intimacy atau rasa ingin selalu dekat atau bersama. Buktinya yaitu ia tidak sanggup menjalin hubungan dengan saya yang berbeda sekolah dengannya sehingga ia lebih memilih untuk menjalin hubungan dengan orang yang ada di dekatnya yaitu teman satu sekolahnya.
            Hal di atas juga berkaitan dengan teori proximity yaitu seseorang akan lebih tertarik dengan orang yang ada di dekatnya daripada orang yang jauh darinya. Teman saya lebih tertarik pada teman di sekolahnya daripada saya yang berbeda sekolah dengannya.
            Lalu, ia juga masih berada dalam tahap passionate love yaitu lebih mengacu pada hal-hal romantisme dan belum terlalu memikirkan tentang komitmen ataupun belum memikirkan tentang apa yang harus ia lakukan agar kami merasa aman dalam suatu hubungan.
            Ekspektasi saya dahulu saat baru menjalin hubungan dengannya yaitu hubungan kami dapat berjalan lancar dan lama karena sikapnya yang perhatian dan baik. Namun ternyata, sikapnya lama-kelamaan berubah seiring berjalannya waktu dan perubahan ini adalah perubahan yang negatif sehingga ekspektasi saya mengenai hubungan yang lancar tidak sejalan dengan realita yang terjadi pada hubungan kami.

                                    

No comments:

Post a Comment